BeraniCerita – Keputusan Hati

taken from here

Pagi hari itu, suamiku pulang dengan membawa bergepok – gepok uang pecahan ratusan ribu dan perhiasan emas untukku.

“Kasihkan istri mudamu aja mas, Aku ngga mau makan uang haram. Lebih baik aku mati kelaparan daripada harus mengotori darahku dengan makan uang harammu”.

 Tiba – tiba dia marah, menamparku, dan memukuliku berkali – kali.  “Dasar perempuan ga bisa diuntung ”  teriaknya sambil mendorongku menjauh dan langsung masuk kamar tuk istirahat.

Sakit semua tubuh ini rasanya, lebih sakit lagi hatiku. Ya Allah sampai kapan hamba akan begini. Selama ini aku tahu bahwa suamiku selalu membawa pulang uang haram, tapi aku tak pernah menyentuhnya walau satu sen pun. Untungnya, dia tak pernah memaksaku menerima uang haramnya itu, karena ada istri mudanya yang cantik dan akan dengan senang hati menerima harta yang melimpah ruah itu tuk memenuhi gaya hidup mewah dan hobinya berfoya – foya. Sedangkan aku memilih bekerja sebagai buruh cuci sekedar tuk bisa makan dan memenuhi kebutuhanku. Buatku itu lebih baik dan lebih terhormat.

” Aku mau cari duit, jangan lupa kamu ingat baik – baik tugasmu “. Ucapnya malam itu sebelum meninggalkan rumah kami yang kecil.

” Iya mas ” Sahutku dengan wajah tetap tertunduk antara takut dan malas melihat wajahnya.

Malam itu terasa lebih dingin dari biasanya, hujan deras mengguyur dan listrik pun padam sejak sore tadi. Dan akupun sendirian dirumah yang sempit ini. Duduk termenung merenungi nasib disamping tempat tidur bersama sebatang lilin yang menyala terang, tiba2 terdengar suara gemuruh petir saling menyambar, dan lilinku terkobat kabit terkena hembusan angin. Aku langsung tersadar dari lamunanku dan teringat pesan suamiku. Langsung kutiup lilin hingga padam dan beranjak tidur. Tenang, pulas dan nyenyak, sepertinya aku mimpi indah malam itu.

Keesokan paginya :

Burung berkicau seperti biasa, dan langitpun tampak cerah walaupun jalanan terlihat becek karena diguyur hujan semalam. Tukang sayur mangkal di depan gang rumahku, banyak ibu – ibu berbelanja sambil sekalian bergosip dan sesekali menirukan gaya bicara orang lain bak seorang aktris.

 ” Jeng, di kampung sebelah ada berita heboh loh, katanya semalem ada babi ngepet, langsung dikejar dan dibunuh sama warga, iiihhh serem banget ya” ucap salah seorang ibu membuka cerita.

Dalam hati aku tersenyum dan berkata ” Maafkan aku mas karena tidak bisa menjaga lilinmu tetap hidup… Maafkan jika Keputusan Hatiku ini membuatmu pergi “

Tamat

-Vee-
Note : “Flash Fiction ini disertakan dalam Giveaway BeraniCerita.com yang diselenggarakan oleh Mayyadan Miss Rochma.” Total 385 karakter.

6 Comments
  1. RedCarra
  2. veeashardi
    • @SobatBercahaya
      • veeashardi
  3. andiah
    • veeashardi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *