BeraniCerita2 – Lipstick Merah

Source here

Sekilas kubaca riwayat kesehatan serta surat rekomendasi dari salah satu dokter terkemuka di ibukota untuk seorang pasien baruku. Pasienku ini seorang wanita berusia 45 tahun, pernah melakukan donor ginjal, sehingga selama 5 tahun ini dia hidup hanya dengan satu ginjal. Tapi sayang rupanya dia tidak bisa menjaga kesehatan ginjal satu2nya itu, tertulis dalam catatan bahwa dia sering collaps dan sejak 2 tahun lalu divonis gagal ginjal oleh dokter Bram, hingga harus melakukan cuci darah seminggu sekali.

” Dokter Satrio? “
” Iya saya sendiri, ada yang bisa dibantu”
” Saya Larasati, Pasien dari Dokter Bram jakarta. Hari ini saya ada jadwal cuci darah”
” Ooohh… Iya, mari mari silahkan masuk, barusan aja saya baca rekam mediknya “

langsung hilang bayangan mengenai sosok wanita paruh baya, berwajah lembut dan dihiasi sedikit kerutan tipis usia yang terlintas dibenakku saat membaca rekam mediknya tadi. Ternyata apa yang terlihat sungguh diluar dugaan, wanita yang muncul dihadapanku justru seorang wanita yang tampak begitu muda, cantik, dengan kulit wajah yang halus tanpa kerutan sedikitpun dan hidung mancung yang sempurna. Dan aaahh… Lipstick merah itu juga sangat cocok sekali dibibirnya penuh. Sama sekali tak tampak bahwa usianya sudah 45 tahun. Benar – benar wanita yang sempurna.

Wanita ini begitu tenang selama proses cuci darah yang cukup panjang, mungkin dia sudah terbiasa.

Ah… Cuci darah begini pasti sangat merepotkan buat hidup seorang wanita cantik, terkenal dan kaya seperti anda. Yah tapi itulah hidup, ada lebihnya dan ada kurangnya ” celetukku

” memang cukup merepotkan, tapi ya mau gimana lagi, ini satu – satunya cara agar tuk bertahan hidup” sahutnya dengan senyuman tipis yang tidak dibuat – buat.

” ngomong2, pernah nggak ngerasa nyesel udah berikan satu ginjal yang berharga itu ke orang lain sampai2 anda sendiri harus mengalami hal seperti ini? ” tanyaku sekedar ingin tahu.

” Jujur, saya nggak pernah nyesel berikan ginjal ini ke orang yang benar benar  membutuhkan “

” Lagi pula musibah ini bukan karena saya mendonorkan ginjal. Tapi karena saya lalai, terlalu sibuk kerja, shooting sampai malam. Lupa makan, lupa istirahat, bahkan lupa kalo ginjal udah tinggal satu ” tambahnya getirr menyadari kesalahannya.

” tapi….” Ucapannya terpotong, dia terdiam dengan tatapan matanya yang nanar, seolah ada penyesalan yang begitu dalam dan sebuah beban berat dalam kata itu yang seolah tak sanggup ditanggungnya.

” tapi saya benar2 menyesal karena alih2 mendonorkan ginjal gratis dengan iklas dan tanpa pamrih, saya malah menjual ginjal saya agar bisa operasi plastik dan bisa jadi wanita cantik dengan wajah yang sempurna, terkenal dan jadi kaya tuk balas dendam pada seorang lelaki yang menolak saya dengan kasar ”      jawabnya dengan wajah dipenuhi kesedihan yang amat dalam serta tetesan air mata yang mulai menitik turun.

Aaahh… Iba rasanya hati ini, begitu membekas luka dihatinya sampai dia sanggup berbuat sejauh dan seberani ini dengan segala resikonya. Rasanya ingin kucari laki2 itu dan kusuruh berlutut minta maaf padanya.

” Apa kamu sudah lupa Rio? Lupa pada seorang gadis miskin yang lusuh dan jelek yang menyatakan cintanya padamu 10 tahun lalu Rio? Tanyanya tajam kepadaku.

otakku membeku, yang terlihat olehku hanyalah lipstick merah dibibirnya.

Dan kemudian hening…

Sekian

-Vee-

Note : “Flash Fiction ini disertakan dalam Giveaway BeraniCerita.com yang diselenggarakan oleh Mayyadan Miss Rochma.” Total 492 karakter.

10 Comments
  1. ohang
    • veeashardi
  2. Mama Obito
  3. veeashardi
  4. Istiadzah
    • veeashardi
  5. kartika kusumastuti
    • veeashardi
  6. Susanti Dewi
    • veeashardi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *