BeraniCerita #01 Museum Cinta

” ……. Saya tak punya keturunan untuk mewarisi tanah dan rumah tua ini, lagipula saya juga sudah terlalu tua untuk mengurus rumah ini sendiri. Karena itu, saya harap dengan dijadikannya rumah tua ini sebagai Museum Cinta, semua kenangan akan cinta dan kasih sayang keluarga Marananta bisa abadi dan akan selalu dikenang sepanjang masa serta bisa memberikan pelajaran yang berharga bagi kita semua bahwa cinta itu ada dan layak diperjuangkan ….”

Riuh terdengar suara tepuk tangan ratusan undangan yang hadir dalam acara serah terima itu. Rupanya mereka terkesan dengan pidato singkatku dan mereka menyambut baik pengalihan hak rumah tua yang dulu milikku itu menjadi fasilitas publik yang bisa mendatangkan pundi – pundi rupiah bagi desa ini.Β Setelah jamuan makan selesai, para tamu diperbolehkan berkeliling tuk melihat dan mengagumi megahnya rumah kayu itu. Tak jarang kudengar mereka berdecak kagum akan keindahan interiornya, terpesona akan taman – taman kecil di sekitar rumah dan menggeleng takjub melihat puluhan patung yang begitu nyata menghiasi setiap ruangan dalam rumah itu dengan pose – pose cantik dan berpasang – pasangan.

Selesai sudah acara serah terima itu, menyisakan lelah yang tak kunjung reda. Kini tinggal aku sendiri, dalam rumah yang bukan lagi milikku.

” Sayang… aku akan segera menyusulmu, bersabarlah sebentar lagi. Aku akan duduk disini bersamamu selamanya ”

Kupandangi wajah suamiku yang tersenyum dalam tubuh yang telah mengeras sejak belasan tahun silam. Tentu saja tak ada yang tahu bahwa itu adalah suamiku, serta patung – patung lain yang ada dirumah ini. Mereka adalah para leluhurku yang telah diawetkan sedemikian rupa dengan cara yang sudah diwariskan secara turun temurun. Kubaca lagi surat wasiat orang tuaku.

W A S I A T

………… Jika cucu perempuanmu sudah genap 13 tahun. Maka bunuhlah suamimu, awetkan dan letakkan dalam rumah hingga bisa bersamamu sampai akhir. Dan jika kau merasa ajalmu sudah dekat, maka datanglah ke tempat Grimm Conservationem, mereka tau apa yang harus dilakukan padamu.

Segala tata cara pengawetan dan alamat – alamat penting terlampir dalam buku ” Doceo Libro ” di brankas bawah tanah pendopo songo.

Air mataku menetes, tak kusangka kisah keluargaku begitu kelam. Mungkin karena itu Tuhan tak memberiku anak selama 50 tahun pernikahanku, hingga aku jadi keturunan terakhir keluarga Marananta, agar tak adalagi pembunuhan atas nama keabadian yang tiada berguna.

Kubakar surat wasiat itu dan kutinggalkan rumah tua yang kelam tapi penuh cinta itu menuju Grimm Conservatonem.

********

Sebulan kemudian sebuah patung Grace Marananta, keturunan terakhir keluarga Marananta muncul di depan Museum Cinta itu, tanpa ada yang tahu siapa yang mengirimnya.

12 Comments
  1. nurusyainie
    • veeashardi
  2. Tami
  3. hana sugiharti
  4. Nina Noichil
  5. veeashardi
  6. jiah
    • veeashardi
  7. Wong Cilik
    • veeashardi
  8. Mama Obito
    • veeashardi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *