#Repost Durhaka

Kaki mungil Bim tergopoh-gopoh mengikuti langkah ibunya.

“Cepat, kita bisa terlambat.” Perempuan muda itu menarik tangan anaknya dengan kasar. “Kalau tempat kita diambil orang lain, uang kita bisa sedikit hari ini.”

Begitu tiba di Mall XIX, perempuan itu melihat anak tangga ketiga dekat pintu II Mall besar itu, tempat biasa anak lelakinya duduk, masih kosong. Kelegaan terpancar dari wajahnya.

pengemis anak

“Ingat Bim, pasang wajah sedih biar orang-orang kasihan.” Lalu ditinggalkan anak lelaki itu duduk sambil menengadahkan kaleng bekas ke setiap orang yang lewat, di anak tangga ketiga.

Di kejauhan, perempuan muda itu tersenyum saat ada seorang ibu yang mengelus kepala Bim sambil memberikan beberapa uang koin. Dia tahu bahwa pintu II itu memang paling strategis.  Dia sudah memperhatikan sejak lama, banyak orang memilih keluar dari pintu itu karena lebih dekat dengan parkiran dan jalan raya.

“Bu, tadi ada yang bertanya mengapa Bim tidak sekolah.” Katanya saat mereka pulang.

Perempuan itu mendelik, “Lalu, kamu jawab apa?”

“Bim tidak punya uang.”

 

***

Batuk yang menderanya, membuat perempuan itu semakin ringkih. Ia menutup mulutnya dengan selendang lusuh yang selalu dibawanya, agar dahaknya tidak menyembur.

Ia menganggukkan kepala tanda terima kasih setiap ada receh yang jatuh ke kaleng di hadapannya.

Di kejauhan, nampak anak lelaki satu-satunya yang beranjak dewasa sedang berkumpul dengan teman-temannya di parkiran.

Pagi tadi, Bim mengantarnya ke Mall XIX dan mendudukkannya di anak tangga ketiga.

 

——————————————————————————————————————————————————-

Note :

Thanks buat mba Nurusyainie yang udah mengijinkan saya buat copas karyanya disini. hehehe. Fiksi ini keren banget, makin dibaca makin dalem maknanya dan yang pasti bikin terharu pake banget. Itulah sebabnya saya Repost disini, supaya Fiksi sekeren ini bisa jadi bagian dari blog saya.

Flash Fiction ini saya ambil dari blognya mba Nurusyainie ,  So monggo berkunjung kesana kalau ingin lihat karya – karya keren lainnya 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *