Akar Jiwa

 

Roni menghempaskan lembaran itu ke lantai. Marni terdiam melihat Roni yang tampak gelisah.

“Tidak, jangan sekarang. Kasihan Ririn jika dia tahu tentang ini semua.” Ucap Roni pada dirinya sendiri.

Marni bingung, lalu diambilnya lembaran itu dan dibacanya. Ia kaget sekaligus senang Abangnya bisa mendapat juara satu dalam lomba cipta puisi dan akan mendapat hadiah uang 10 juta rupiah. Marni membaca lembaran kedua yang berisi puisi yang dilombakan Abangnya

Akar Jiwa

Bila kau adalah pohon kehidupan

Maka ijinkanlah aku menjadi akarmu

Yang menopang tubuhmu hingga kau bisa berdiri tegak menjunjung langit

Yang menjagamu agar tak tumbang meski diterpa badai cobaan

Yang membuatmu bertahan saat dinginya putus asa menggugurkan semangatmu

Aku rela hidup dalam gelapnya dunia

Mencengkeram tanah dan menghujam batu dalam perut bumi

 Mengais air cinta sang alam yang tak pernah kering

Merebut mineral – mineral kasih yang ditebarkan tanpa arah

Hanya untukmu… 

Agar kau bisa menggapai mentari dengan tanganmu yang hijau dan rimbun

Agar kau bisa menari dengan merdunya alunan angin dan hujan

Hingga kelopak senyuman di wajahmu merekah 

Membuat mereka berpaling dan memujamu.

“Eh… ini kan puisinya Ririn bang, abang dapat darimana?” tanya Marni setengah bingung.

” Dari kamarmu ” Jawab Roni singkat

” ABAAAAAANGGG!!!!! Tega banget Abang ngambil karya orang tanpa ijin kaya gini. Pokoknya Abang harus minta maaf sama Ririn saat ini juga, Marni gak mau persahabatan dengan Ririn rusak karena Abang” lanjut Marni.

Adik semata wayang Roni itu tak henti – hentinya mengomeli dirinya, bahkan ia mengancam akan melaporkannya pada Ayah dan Ibu. Roni hanya bisa menunduk menyesali perbuatannya, terbayang wajah Ririn yang penuh amarah merebut uang 10 juta rupiah itu dari tangannya lalu melaporkannya ke polisi dengan tuduhan pencurian, belum lagi bayangan akan dituduh menipu panitia lomba juga membuatnya semakin frustasi

“Arrrrggghhh….” Teriak Roni sambil menarik rambutnya dengan frustasi dan berlari keluar rumah membuat Marni terdiam.

” Ririn???” Roni terkejut saat membuka pintu dan melihat Ririn tiba – tiba saja sudah ada di depan rumahnya. Dilema menderanya, dia tak sanggup mengatakan kejujuran kepada wajah cantik di hadapannya. Hilang sudah harapannya tuk bisa menggaet sahabat adiknya itu. Ia takut Ririn menganggapnya tak lebih dari seorang pencuri.

” Selamat ya Kak sudah menang Lomba puisi kemaren ” Sambut Ririn riang sambil menyodorkan tangannya menyalami Roni.

” Kamu kok tau Rin? Tapi maafin aku Rin, aku nggak ada maksud mencuri puisimu, aku cuma iseng, Suerrrr… aku nggak nyangka kalau bakalan menang kaya gini. Nanti kalau hadiahnya sudah ditransfer, aku janji bakal aku kasihkan kamu semuanya. Jangan marah ya Rin ” ujar Roni menjelaskan sebisanya pada Ririn.

” Ririn kan juga ikutan lombanya kak, Ah tak usah kak, Ririn nggak akan marah kok, Ririn Ikhlas karena puisi itu memang untuk kakak kok. syukur –  syukur kalau Ririn bisa jadi Akar buat kakak seperti di puisi itu” Jawab Ririn dengan wajah yang bersemu merah menahan malu.

“Apa aku barusan di tembak? “pikir Roni. Roni hanya terdiam diantara debaran jantungnya yang tak menentu menatap senyum Ririn

Ririn melengang masuk kedalam rumah. senyumnya seolah mengatakan “Aku rela menghabiskan 3/4 umurku untuk membuat puisi tentangmu, tentang kita, sampai kau pahami satu puisi dihatiku dan hingga kau mau mengisi 1/4 sisa umurku sebagai milikmu”

 ——————————————————————————————————————————————————

 Fiksi ini dibuat dalam rangka memenuhi :

1. Berani Cerita #2

2. Lampu Bohlam #2

3. Monday Flash Fiction Prompt #5

23 Comments
  1. Nunung Nurlaela
  2. latree
  3. Rahayu Pawitri
  4. fatwaningrum
  5. jiah
  6. Istiadzah
  7. yantist
  8. veeashardi
  9. Diah Kusumastuti
    • veeashardi
  10. Luluk Ubaidah
    • veeashardi
  11. kartika kusumastuti
    • veeashardi
  12. Mechta
  13. RedCarra
  14. Susanti Dewi
  15. Mimin Berani Cerita
  16. veeashardi
  17. rinibee
    • veeashardi
  18. Miss Rochma
    • veeashardi

Leave a Reply to Istiadzah Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *