Prompt #7 MFF – Kartu Pos Merah

Sebuah kartu pos merah tiba-tiba ada di meja kamarku. Ahh… rupanya sahabat karibku yang mengirimnya. Tumben banget dia kirim kartu pos, biasanya juga langsung telpon kalau lagi butuh. Kubaca perlahan kartu pos cantik itu

Dear Mozza,

Apa kabar Mozz? Aku kangen, aku butuh kamu Mozz. Hidupku sekarang sedang berantakan Mozz, pacarku selingkuh sama mama dan papa aku. Aku bingung Mozz, aku harus gimana, selama ini mama gak tahu kalau pacarnya itu selingkuh sama papa.

“Astaganaga… hidup sekali aja kok ruwet amat nasibnya” bathinku setengah bingung sambil terus membaca

Mama juga gak tahu kalau aku dan papa itu gay. Mozz, please tolong aku, sadarkan aku Mozz. Aku nggak sanggup hidup kalau begini caranya.

Kaget setengah mati rasanya membaca kartu pos itu. Tiba-tiba saja aku sudah berlari menuju mobilku dan melaju kencang ke rumah Doni.

” Malam tante… Doni ada?” tanyaku gugup. Terbayang di benakku bahwa wanita didepanku ini tukang selingkuh yang mengkhianati keluarganya.

“Ada tuh di kamar, langsung masuk aja Mozz” Jawabnya penuh keakraban

“Baik tante, terima kasih”

kuberlari sekuat tenaga menaiki tangga menuju kamar Doni, dan kudapati dia disana melamun di depan jendela seolah bersiap hendak terjun bebas.

” Doni….” kupeluk tubuh kekar itu, dia hanya diam

“Kamu sabar ya Don, mungkin ini jalan yang terbaik. Mungkin dengan begini kamu bisa menemukan cinta yang lebih baik. Memang manusia tidak bisa menentukan untuk jatuh cinta dengan siapa. Tapi setidaknya manusia bisa memilih akan mencintai dengan cara apa” terangku mencoba menenangkannya.

“Makasih Mozz, kamu memang yang terbaik, yang paling ngertiin aku” kata Doni sambil membalas pelukanku.

Doni melepas pelukannya dan menatap mataku

” Mozz, postcard itu cuman bercanda, nggak serius. Aku cuma pengen tahu seberapa pedulinya kamu dengan diriku” ucap Doni dengan mimik serius lalu tersungging senyum hangat di wajahnya.

” I Love you Mozz, kamu mau kan jadi pacarku? ”

“Whaaaatttt?????….” teriakku, lemas rasanya tubuh ini hingga tak tahu lagi harus bereaksi bagaimana dengan serangan mendadak itu, serasa aku ingin langsung menampar wajah tampannya itu tapi terselip perasaan lega dan senang di hatiku. Tanpa kusadari ada sepasang mata yang memperhatikan kami.

PRAAAANNGGGG

“DONNIIII!!!!!….. RAYMOOOZZZZ!!!!!….” Ucap mama Doni terbata-bata seolah tak percaya bahwa kedua lelaki dikamar itu sedang jatuh cinta satu sama lain.

19 Comments
  1. Aisyah S. A.
    • veeashardi
  2. Istiadzah
    • veeashardi
  3. fatwaningrum
    • veeashardi
  4. Nunung Nurlaela
    • veeashardi
  5. sulunglahitani
    • veeashardi
  6. RedCarra
    • Istiadzah
      • veeashardi
        • Istiadzah
          • veeashardi
  7. Helda
    • veeashardi
  8. latree
    • veeashardi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *