Drama itu berjudul “Kutu Kucing”

Drama?????

Yups, ini drama terbaru dalam episode kehidupanku yang biasa – biasa saja. Berawal dari kehadiran sepasang kekasih yang numpang berteduh di atas atap rumahku. Mereka dengan tidak sopan dan berisik menganggap atap rumahku sebagai hotel bintang lima, tempat yang nyaman untuk memadu kasih dan melepaskan hasrat tanpa cinta yang tak terbendung. Setelah satu malam yang berisik, sepasang kekasih itu menghilang tanpa jejak dan tanpa mbayar uang sewa sepeserpun, hilang plasssss… Selang beberapa waktu, si gadis manis yang hobi mengeong itu kembali dengan perut buncit berisi janin triplet dan tanpa kekasih. Dia memutuskan untuk tinggal dan menetap di atas atap rumahku. Tak berapa lama, kudengar suara bayi – bayi kecil mengeong imut, persis seperti gadis manis itu. Ah… rupanya atapku sudah ganti status dari hotel bintang lima menjadi rumah sakit bersalin. Alamakkkkk….

Cukupp!!!!!! ¬†Cerpennya sampai situ aja. Ndak sanggup saya kalau nulis cerpen panjang lebar. hehehhehe…. Singkat cerita tu kucing melahirkan bayi kembar tiga yang saya ndak tahu imut atau ndaknya. Dan setiap malam berisiknya minta ampun. Antara kasihan dan menyebalkan, secara itu suara anak-anak kucing nyariin emaknya buat minta nenen. Jadi kebayang kalau anak-anak saya pada nangis nyariin saya buat minta mimik yu. Hhhahahaha… lebay, mau-maunya disamain ama kucing :P.

Awalnya memang kasihan sama kucing-kucing kecil itu, jadi dibiarkan saja ngontrak di atap rumah tanpa ditarik biaya sewa. E… tapi e tapi tapiiii…. Kehadiran mereka justru bawa petaka tersendiri. Rumah jadi terserang kutu kucing alias pinjal. Saya dan suami jadi bentol – bentol gak karuan digigit si pinjal ini. Alhamdulillah, gigitan si Pinjal ke anak – anak saya tidak sampai separah ke ibu dan bapaknya.

Tersangka : ” Pinjal ” Mamboo

Kutu kucing ini warnanya hitam pekat dan jalannya lompat Рlompat,agak keras dan susah di pegang.  Sekilas mirip seperti butiran pasir hitam. Trik untuk menangkap kutu ini adalah dengan menggunakan isolasi kertas, Kutu pinjal ini hobi banget nongkrong and gigit bagian kaki. Bahkan kaki saya yang tidak mulus jadi penuh tato berwarna kemerahan dah mulai menghitam korengan. Ampun dah pokoknya. Hasil gigitan Pinjal ini sepertinya berbeda pada tiap orang, pada suami saya misalnya, bekas gigitannya mirip seperti gigitan nyamuk biasa tapi dengan tingkat gatal dan banyaknya luar biasa. Sedangkan saya sendiri, bekas gigitannya hampir sama dengan gigitan nyamuk tapi berisi air bening. Entah kenapa bisa beda begitu. Walhasil kalau digaruk lebih cepat membentuk luka.

Disturbing Picture

Karena ndak tahan sama serangan kutu ini, suami minta tolong tukang buat bersihkan atap rumah dan usir semua kucing yang nongkrong disana. Dan ternyata setelah di intip, kondisi atap rumah memang sangat mengenaskan, Kotoran kucing ada dimana – mana dan parahnya lagi ada bangkai anak kucing yang tinggal separuh badan, bekas dimakan sama kucing jantan. Wuih… makanya kutu kucingnya pada subur dan guanas – guanas.

Ngeri dah pokoknya.

Atap rumah terpaksa harus disuci hama, pake 3 kaleng HIT kemasan besar, disemprot pake WIPOL, terakhir setiap celah ke atas plafon ditutup pake kawat nyamuk biar gak ada lagi kucing atau binatang lain yang ngekos tanpa diundang.

Meskipun atas plafon rumah sudah bersih kinclong bebas kutu, ternyata nggak jaminan dalam rumah ikutan bebas kutu. Masih butuh waktu sekitar 2 mingguan untuk benar2 terbebas dari siksaan kutu2 kupret ini. Itupun dengan kerja keras ekstra, jemur kasur tiap hari, bersihkan setiap sudut rumah pake vacuum cleaner + sedia selotip buat nangkap kutu2 yang sudah terlanjur menginvasi rumah bagian bawah jauh sebelum atap disemprot zat beracun.. Melelahkan pokoknya. Lahir bathin capeknya. Tapi Alhamdulillah, capeknya hilang setelah kutu2 itu habis tak bersisa….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *